Skip to main content

Nice Home Work (3/9) #iipbatch3


Salamu'alaikum sayang..

Masih sholat jum'at ya? :)

Setibanya di kantor, baca ini kek! Wkwk maksa. Asli, sepiiii banget rumah ga ada kamu. Biarin deh nyebelin asal tetep sama kamu. Biarin deh makan ayam sama daging asal hidup juga sama kamu. Biarlah hidup di rumah setengah hektar gini asal bisa sama kamu (LHA?) 😂

Keliwat tanggal ENAM kemarin itu kaya warning buat aku, jangan-jangan sekarang aku ga memprioritaskan kamu? Atau, aku sibuk sama gengsinya aku bahwa mungkin aku butuh kamu lebih dari kamu butuh aku? Atau, lapak ini mulai melalaikan aku atas kewajiban aku?

Rumah rapi yg mas ingin, senyum manis yg menyambut pulang, atau pijatan yg memutus urat lelah di harimu. Inget kan pillow talk beberapa hari lalu? When I asked you to mention 10 things you love about me. Ah, rasanya lebih sering manyunnya. Entah karena tiba-tiba rapat, atau karena rujak cingur yg ketuker tahu campur (payah) 😂😂

Ini muka lbh gampang nekuknya dibanding senyumnya, lebih mudah marahnya dibanding meneduhkannya..

Astaghgirullah wa atubu ilaih..

Padahal, kamu (hampir) selalu bangun lehih awal. Dadanya selalu kokoh untuk aku bersandar. Walau kalo buat gendong aku sih rubuh tu badan 😂😂

Satu lagi, kamu yg hafal semuaaaaaaa "nyanyian" itu beserta koreonya. Memandang dgn mata berbinar sambil bilang "ya Alloh bini gueeee" hahahaha. Dan kamu bertahan atas semua kelakuan aku. Bahkan saat aku minta mundur, ga ada selangkahpun km ikut mundur.

Lucky me!

Setelah apa yg pahit-pahit, insyaAllah km selalu jadi yg paling pandai menangkap ibroh. Motor hilang? Ketipu pedagang? Ahhh, belum seberapanya dibanding perjuangan kamu sebelum menghalalkan aku 😊

Nanti, saat kita punya anak.. Aku ga akan pernah bilang "jangan kaya bapakmu ya!"

Ahhh, aku ingin punya anak spt kamu. Yg memuliakan istri, menghormati ibu, bahkan menghormati mama sekalipun saat itu rasanya "dibuang" tak ditoleh lagi.

Buah sabar akan selalu manis kan?

Nanti saat kita punya anak.. Aku ga akan pernah bilang "jangan kaya bapakmu ya! "

Ahh, siapa yg tak ingin anaknya ringan melangkah setiap adzan berkumandang? Maka jadilah spt bapakmu ya, nak. Ajak dia mas, kenalkan dia dgn masjid.Inget sama tulisan Emha Ainun Najib 
Jadikan ilmu pengetahuan untuk bersujud, pekerjaanmu bersujud, karirmu bersujud, rumah tanggamu bersujud, sepi dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud, menjadilah engkau masjid. Dimana engkaulah imam, dan aku tepat satu shaf di belakangmu sayang 😊

Semoga keberadaan aku adalah bahagiamu, kenyamananmu, alasan syukurmu. Karena kamu adalah separuh agama, penjaga ketaatanku. Yang genggamannya ga pernah lepas, yang dekapannya semakin erat ditengah badai. Yang ga bosan-bosan ngingetin bahwa semua ini karena Allah, semuanya dari Allah, dan semuanya pun akan kembali pada Allah.

Sungguh bahagia hidup dengan mukmin sprtimu, mas. Tatkala diuji, kau ajarkan ku bersabar. Tatkala diberi karunia, kau bahagiakan ku lbh awal (eaaaa) hahaha

Itu kan bentuk syukur! 💜
Seperti bersyukurnya aku, bisa satu bahtera dlm nahkodamu. InsyaAllah.

Selamat kembali bekerja, sayang.

Ku cintaaaa
Ku rinduuuu
Ku alaaaaafff

😘
Surat tersebut Nanda kirim via email, karena hari itu nasabah sangat ramaiiii. Ahhh pasti sering cek email, hahaha. Jadilah nulis surat cinta saat kangmas sholat Jum'at. Bener aja kan! Dibacanya setelah melayani pembukaan rekening nasabah, langsung whatsapp :


Padahal, ini bukan surat pertama. Bukan juga tulisan pertama. Juga bukan kejutan yg pertama. Tapiiii, responnya selalu mbrebes miliiii 😘💜


Alhamdulillah.. Alhamdulillah..


Anak-anak? Ini adalah bagian yg kami nantikan bersama, masih diikhtiarkan.. Semoga kami segera diamanahkan di waktu yg tepat. Aamiiiin 💜


Potensi diri yg mungkin menjadi alasan kehadiran saya disini, mendampingi suami yg masyaAllah ini.. Salah satunya adalah kelembutan hati (atau baperan ya malah wkwwk) karena Nanda ini sensitive, jadi insyaAllah bicara ke suami pun milih kata yg ihsan didengar. Terlebih, saya sempat diragukan oleh mertua saya.. Keputusan mas utk menikahi saya dengan waktu yg singkat mungkin sempat dipertanyakan. Tapi dengan kelembutan, Alhamdulillah semua ragu terjawab. Dengan kelembutan (air) , kerasnya batu pun akan berlubang kan? Potensi lainnya, Alhamdulillah dalam manajemen keuangan keluarga dan lapak kecil-kecilan bisa dihandle dengan baik. Sekalian nurutin kemauan suami, untuk stay di rumah saja.. Sampai selesai tesis 😅


Uang kurang? Alhamdulillah ndak.. Sejak resign, justru rizki datang dari arah yg ga diduga-duga. Berkah dari nurut suami (mungkin) hehehe


Lantas, apakah Nanda bisa memiliki peran dalam lingkungan?


Alhamdulillah, masih terus menerus belajar dan bersyiar. Dulu, masih ingaaaaat dalam ingatan, saat masih sekolah dan orgtua tdk ada biaya utk bayar ujian.. Ada tetangga yg menawarkan pinjaman dengan bunga 50% plus jaminan BPKB MOTOR


Waw! Saat itu hanya butuh satu juta SAJA tapi pengembaliannya 1.500.000 atau kalo ga kebayar yaaa motor melayang. Saya mana paham itu haram, gatau itu riba, yg saya tau itu jahat! Itu keji! Dan alhamdulillah kami tidak jadi meminjam, alhamdulillah papa (rahimahullah) ada tunjangan kesehatan tahunan yg cair 💜


Sekali lagi, Rizki datang.. Min haytsu laa yahtasib


Peran saya saat ini? Alhamdulillah berkesempatan belajar ekonomi syariah sejak sarjana hingga magister ini, sedikit2 bisa berbagi ilmu ttg prohibited transaction dalam Islam. Haramnya Riba, Kejinya Riba..


Walau blm banyak yg bisa diperbuat, insyaAllah akan terus menerus tetap berbuat.
Wallahu a’lam bish shawaab, Allahu yusahhil umuuranaa..

Comments

Popular posts from this blog

Day 1 Level 4 #bunsayiip ☕

Berhubung Nanda ini belum punya anak, masih duaan sama mas jadi kami memutuskan untuk mengenali gaya belajar kami. Biar tepat sasaran! Nah, kami ini (kayanya) beda haluan. Nanda demen banget sama angka dan data sedankan masnya? Big no ~ Day 1, Observe Nanda dulu ya. Video ini bagian dari pengolahan data untuk tesis nanda. Hehehe. So, stay tune ❤ #day1 #gamelevel4 #gayabelajaranak #anaknyamamaku #kuliahbunsayiip

Day 5 Level 2 #bunsayiip

Masih tentang kemandirian Nanda dengan kirim-kirim dagangan. Hahaha. Sebenernya bisa (sih) nitip sama mas tapi kan lagi ditantang nih. Bisa ga handle sendirian 😎😎 Kelar packing, niatnya mau ngelancarin bawa motor. Ah. Nanti ajalah. Kali ini paket digojekin aja. Minimal kan handlenya sendiriiiii.. ga bergantung suami. Tapi 5 menit kemudian berubah pikiran. SMS ajalah si mamang jne bs pick up ke rumah ga yaa 😂😂 Dan akhirnya.. berujung pada si mamang ga bisa pick up. Hmmmmm.. pukpuk kangmas ahh, rayu-rayu sebelum dimintain tolong nitip paket (lagi) Hahaha.. Hari ini gagal. Besok kita coba lagi yaa 😅🙏 #day5 #Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian  #Tantangan10hari

Day 7 Level 4 #bunsayiip ☑

Masih mencoba mengunyah unbalanced data panel tapiiiii baca tutorial kok yaa ga kebayang 😂🔪 Okelah, emang cenderung anak visual kan Namda mah. Jadiii lgsg aja cari di youtube, save offline. Besok kita eksekusi. Eh tapi udah ganti tanggal ya? Berarti entar pagi kita eksekusi ☕ #day7 #level4 #kuliahbunsayiip #iipbogor #gayabelajaranak