Learning How to Learn
Learning Design *ala kita* eaaaaaa π
Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran. Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain. Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Key point to clarify before starting our journey π‘
Keluarga, merupakan organisasi kecil yg mengemban amanah dari Allah. Ya, masing-masing dari kita memiliki peran penting sebagai individu yg utuh. Tentu, ada tujuan yg hendak dicapai kan? Surga. Berkumpul kembali di jannahNya. Oleh karena itu, RPM ini terinspirasi dari Amir Mortazavi di webinar how to achieve the goals.- RESULT, what do you want? Kami (saya dan paksu) bersepakat rumah tangga seperti apa yg hendak dicapai.
- PURPOSE, why do you want it? Saya dan suami pun harus menyadari alasan memgapa memilih jalan ini dalam mendidik dan menentukan design belajar.
- MASSIVE ACTION, how will you go there? Kan udah ada tujuannya, alasannya, maka yg gak kalah penting adalah bagaimana caranya supaya kita sampai di tujuan kita.
Fitrah Based Education :
"Pada galibnya anak kita akan hidup lebih lama, menghuni zaman tanpa kita.
Didiklah fitrahnya, karena itulah bekal Rabbnya" #FBE -Harry Santosa (fb)
Dari kutipan tersebut, kami menyadari bahwa mendidik sesuai fitrah amat penting bagi suatu keluarga. Fitrah Keimanan, Fitrah belajar serta fitrah bakat harus menjadi perhatian dalam merancang design belajar.
- Pada anak usia 0-7th tujuannya adalah memperkaya wawasan. Dimulai dari memperkenalkan anak pada Allah, mengenalkan bahasa ibu, serta menggali bakat sedini mungkin
- Usia 7-14th tujuannya adalah anak harus memiliki kekayaan gagasan dan dapat mengutarakannya dengan baik. Membangun kebiasaan berkomunikasi dua arah (diskusi) perlu dibangun. Menggali bakat dan mengarahkan sesuai tujuan anak, dan tidak menutup kemungkinan tiap anak akan memiliki pilihan berbeda.
- Usia 14-21th anak sudah memiliki dunianya sendiri (hehe, belum punya anak sih tapi di usia ini dulu saya sdh macem-macem kegiatannya). Sehingga tdk heran jika tujuan di phase ini adalah memperkaya kegiatan.
Karena sudah semakin menyadari visi kita sbg manusia adalah khalifah fil ardh, di usia Baligh, anak sudah bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Sehingga ia dapat diarahkan untuk mengimplementasikan ilmunya dalam kebaikan dan bertanggung kawab atas konsekuensinya.
Pembagian Peran Kerumahtanggan
Dalam buku Wonderful Family (Cahyadi Takariawan) menyebutkan urgensi pembagian peran ini. Karena, bagaimana mungkin design pembelajaran dapat berjalan dengan lancar TANPA pembagian peran antara suami dan istri (YEAH). Maka pada prinsipnya, pembagian peran antara saya dan suami harus dilakukan dengan adil, tidak boleh menzhalimi siapapun, dan tentu saja sbg insan beriman harus menyesuaikan dengan ketentuan agama. Wallahu a’lam bish showaab, kami masih terus belajar sembari memantaskan diri utk menerima amanah dari Allah. Buah hati yg lahir dari rahim ini… π
Comments
Post a Comment